Tampilkan postingan dengan label Miracles of The Quran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Miracles of The Quran. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 September 2010

Eid Mubarak Wallpaper

A Muslim (Arabic: مسلم‎; /ˈmʊslɨm/ MOOS-lim or English pronunciation: /ˈmʌzlɨm/ MUZ-lim) or Moslem[1] is an adherent of the religion of Islam. Literally, the word means "one who submits (to God)". Muslim is the participle of the same verb of which Islam is the infinitive.[2] All Muslims observe Sunnah, but differences in the definition of what is and what is not Sunnah has led to the emergence of sectarian movements.[citation needed] The well-organised and cohesive community of Muslims who accept the Sunnah as defined within one of the traditional Maliki, Hanafi, Shafi or Hanbali madhabs are the classical Sunni Muslims.[citation needed]Other Muslims, for example the Ahmadiyya Muslim Community, are also well known as being an organised and a disciplined community[3]

Muslims believe that there is only one God, called Allah in Arabic. Muslims also believe that Islam existed long before Muhammad though it was not called Islam until the revelation of Surah al-Ma'ida. Muslims believe that this religion had evolved with time from the time of Adam until the time of Muhammad and was completed with the revelation of verse 3 of Surah al-Ma'ida:

This day have I perfected your religion for you, completed My favour upon you, and have chosen for you Islam as your religion.

The Qur'an describes many Biblical prophets and messengers as Muslim: Adam, Noah (Arabic: Nuh), Moses and Jesus and his apostles. The Qur'an states that these men were Muslims because they submitted to God, preached his message and upheld his values. Thus, in Surah 3:52 of the Qur'an, Jesus’ disciples tell Jesus, "We believe in God; and you be our witness that we submit and obey (wa ashahadu bil-muslimūna)."

Muslims consider making ritual prayer five times a day a religious duty (fard) (see the section on Ismāˤīlīs below for exceptions); these five prayers are known as fajr, dhuhr, ˤasr, maghrib and ˤishā'. There is also a special Friday prayer called jumuˤah. Currently, the most up to date reports from an American think-tank and PBS have estimated 1.2 to 1.57 billion Muslims populate the world, or about 20% of an estimated 2009 world population of 6.8 billion,[4] with 60% in Asia and 20% of Muslims living in the Middle East and North Africa.









wallpaper-free-beautiful-eid-mubarak

Minggu, 21 Februari 2010

Imam Ghazali

Imam Ghazali = ”Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?
Murid 1 = ” Orang tua ”
Murid 2 = ” Guru ”
Murid 3 = ” Teman ”
Murid 4 = ” Kaum kerabat ”
Imam Ghazali = ” Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI . Sebab itu janji Allah bahwasanya setiap yang
bernyawa pasti akan mati (Surah Ali - Imran :185).

Imam Ghazali = ” Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?”
Murid 1 = ” Negeri Cina ”
Murid 2 = ” Bulan ”
Murid 3 = ” Matahari ”
Murid 4 = ” Bintang-bintang ”
Iman Ghazali = ”Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa
yang lalu. Oleh sebab itu kita harus
menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama ”.

Iman Ghazali = ”Apa yang paling besar didunia ini ?”
Murid 1 = ” Gunung ”
Murid 2 = ” Matahari ”
Murid 3 = ” Bumi ”
Imam Ghazali = ” Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A ’raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka. ”

Imam Ghazali = ”Apa yang paling berat didunia? ”
Murid 1 = ” Baja ”
Murid 2 = ” Besi ”
Murid 3 = ” Gajah ”
Imam Ghazali = ”Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat
semua tidak mampu ketika Allah
SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) didunia ini.
Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT
sehingga banyak manusia masuk ke neraka karena gagal memegang amanah.”

Imam Ghazali = ”Apa yang paling ringan di dunia ini ?”
Murid 1 = ” Kapas”
Murid 2 = ” Angin ”
Murid 3 = ” Debu ”
Murid 4 = ” Daun-daun”
Imam Ghazali = ” Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT . Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat ”

Imam Ghazali = ”Apa yang paling tajam sekali di dunia ini? ”
Murid - Murid dengan serentak menjawab = ” Pedang ”
Imam Ghazali = ” Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini
adalah LIDAH MANUSIA. Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.


**thx to sai yuhri atas notenya ini

Kamis, 28 Januari 2010

Shalat Sumber Cahaya Iman di Dada Muslim


Salat merupakan tali pengikat ruhani yang sangat kuat antara seoranghamba dengan Penciptanya. Hubungan yang melambangkan kehinadinaan hambadi hadapan Tuhannya dan keagungan Sang Khaliq di depan hamba-Nya. Salatdengan gamblang menggambarkan kekecilan seorang hamba dan kebesaranAllah. Salat adalah sarana munajat mendekatkan diri kepada Allah.

Salat adalah tangga ruh dan kalbu orang-orang yang merinduAllah..Dengan salat mereka merajut malam di mihrab-mihrab mahabbah dansyauq sambil bercengkerama penuh nikmat dengan Tuhannya yang sedangmembuka tirai-tirai langit bagi orang-orang yang sedang istighfar danmunajat. Lambungnya segan berdekatan dengan kasur-kasur empuk.

Mereka berdoa pada Tuhannya dengan air linangan air mata harap dancemas Hati mereka terasa hangat tatkala lambingan munajat merekapanjatkan di relung-relung malam yang senyap. mereka menyibak awan dangemintang dengan alunan panjang tasbih dan tahmid kepada Tuhan. Merekagetarkan pintu-pintu langit munajat cinta yang senantiasa bergelora dititian malam yang pendek.

Salat adalah tiang agama dan penyangga rusuk-rusuk dan organ-organagama yang lain. Jika tiang utama hancur maka kelumpuhan akan segeraterjadi pada organ-organ yang lain. Jika tiang utama ini melemah makakehidupan agama tidak bisa diharapkan bergerak kembali. Keletihan jiwaakan merasuk kelumpuhan ruhani akan menjadi epedemi.

Salat sangat berpengaruh pada pembentukan akhlak dan moralitasseseorang. Dia mampu menjadi imunisasi paling manjur bagi pelakunyauntuk terjauhkan dari semua kekejian dan kejahatan. Dia menjadi obatpaling mujarab yang menentramkan jiwa para pelakunya dan mampu mencegahpelakunya untuk tidak terjebak dalam kerakusan dan ketamakan. Dia akanmampu menjaga pelakunya untuk senantiasa bersikap rendah hati dantawadhu’ di hadapan siapa saja. Dia akan mampu mendongkrak harga diripelakunya di hadapan siapapun yang menyombongkan diri di hadapan Allah.

Salat adalah munajat dan doa. Ia adalah taubat dan inabah. Ia adalahtasbih dan istighfar, tahmid dan takbir serta tahlil yang teramu dalamsebuah untaian prosesi indah menggapai nikmat pertemuan dengan Kekasih.

Salat menjadi terminal seorang hamba dalam perjalanan hidupnya untuksejenak bersuka-ria bertemu dengan Tuhannya, Sang Maha Diraja. Dalamsalatlah mereka merasakan kenikmatan ruhani dan jiwa yang sangatsensasional.. Bahkan ada yang mengatakan : Andaikata penduduk bumi tahukenikmatan yang kami rasakan saat kami salat, pastilah mereka akanmemenggal kepala kami dengan pedang-pedang nan tajam.

Dalam salat, kita menyucikan-Nya, bermunajat dengan firman-firman-Nya.Kita ruku’ dan sujud pada-Nya. Kita renungi kembali asal penciptaankita yang berasal dari tanah dan unsur-unsur alam yang ada. Dari bahantersebut, Dia melengkapi kita dengan kemauan dan kekuatan sehingga kitamampu menyucikan, menjunjung, menahan tuntutan fisik dan syahwat,meluruskan instink, menggelorakan kecenderungan menegakkan kesucian danberusaha melawan penyimpangan-penyimpangan yang mengarah pada kekejiandan kejahatan.

Salat merupakan sarana mendidik jiwa dan memperbaharui semangat sertasebagai penyucian akhlak. Ia adalah tali penguat pengendali diri,pelipur lara, penyejuk jiwa dan pengaman dari rasa takut dan cemas. Iaakan menghancurkan kelemahan dan akan menjadi senjata ampuh bagi merekayang merasa terasingkan.

Salat membersihkan jiwa dari sifat-sifat buruk. Dia akan menyingkirkandunia dari hati pelakunya dan akan meletakkannya di telapak tangannya.Dia akan mencari dunia untuk dikendalikan dan bukan dunia yangmengendalikan dirinya.

Salat adalah kebun ibadah yang di dalamnya penuh dengan segala yangmenyenangkan dan menggembirakan. Ada takbir, ada ruku’, ada berdiri,ada sujud, ada duduk dan tahiyyat yang di dalamnya penuh denganmunajat. Ia adalah cahaya yang ada di dalam hati seorang mukmin dan nuryang akan memberikan penerangan kala mereka dikumpulkan di padangmahsyar. Sebagaimana Rasulullah sabdakan :


الصلاة نور


Salat itu adalah cahaya (HR. Muslim).

Dengan salat kita minta pertolongan kepada Allah dengan segalakerendahan jiwa yang terekspresikan lewat ruku’ dan sujud, yang terekamdalam semarak doa dan munajat.

واستعينوا بالصبر والصلاة وإنها لكبيرة إلا على الخاشعين

Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan)shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagiorang-orang yang khusyuk (Al-Baqarah : 45).

Salat akan terasa berat jika kekhusyuaan kita demikian hampa, ia akanterasa beban jika kita tidak merindukan pertemuan dengan SangaMahakasih. Sebaliknya salat akan terasa nikmat bagi orang-orang yangkhusyu’, bagi mereka yang menjadikan salat sebagai tangga menujupertemuan dengan Sang Khalik. Salat yang benar akan senantiasa mampumenjadi tameng dari maksiat-maksiat yang mungkin akan menenggelamkanruhani kita dan merubuhkan pilar keimanan kita, serta mematikan potensikeihsanan kita :

اتل ما أوحي إليك من الكتاب وأقم الصلاة إن الصلاة تنهى عن الفحشاء والمنكر ولذكر الله أكبر والله يعلم ما تصنعون


Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (AlQur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari(perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingatAllah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yanglain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (Al-Ankabuut : 45).

Barang siapa yang menjaga salatnya, maka salat itu menjadi cahaya danketerangan (bukti) serta penyelamat baginya di hari kiamat (HR. Ahmad,Ibnu Hibban dan Thabrani).


Meruyaknya kejahatan di tengah kita bisa saja terjadi yang berupapemyimpangan, kekejian kekotoran-kekotoran ruhani sangat mungkinterjadi karena salat kita tidak lagi ada bobot nilai-nilai ilahiyahnya.Salat kita hanya berupa rangka-rangka dan gerak yang hampa ruhani.Salat kita laksana mayat yang tanpa ruh, salat kita telah mati saatkita melakukannya. Ironi, jika peringatan rutin peristiwa Isra' Mi'raj ya setiap tahuntidak melahirkan salat khusyu' yang mampu menggetarkan nurani danmenembus hingga ke langit. Salat yang hampa kekhusyu'un dan hampakerendahan hati akan melahirkan kehampaan-kehampaan baru yang tiadahenti. Maka, sudah saatnyalah kita jadikan salat sebagai sumber cahaya yang akan menerangi perjalanan kita menuju Allah Yang Maha Kuasa.

source : Yusuf Mansyur Network

photo by: novyanti anjarsari

Selasa, 19 Januari 2010

Atap yang Terpelihara

Dalam Al Qur'an, Allah mengarahkan perhatian kita kepada sifat yang sangat menarik tentang langit:
"Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya." (Al Qur'an, 21:32)

Sifat langit ini telah dibuktikan oleh penelitian ilmiah abad ke-20.
Gambar ini memperlihatkan sejumlah meteor yang hendak menumbruk bumi. Benda-benda langit yang berlalu lalang di ruang angkasa dapat menjadi ancaman serius bagi Bumi. Tapi Allah, Pencipta Maha Sempurna, telah menjadikan atmosfir sebagai atap yang melindungi bumi. Berkat pelindung istimewa ini, kebanyakan meteorid tidak mampu menghantam bumi karena terlanjur hancur berkeping- keping ketika masih berada di atmosfir.

Atmosfir yang melingkupi bumi berperan sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan. Dengan menghancurkan sejumlah meteor, besar ataupun kecil ketika mereka mendekati bumi, atmosfir mencegah mereka jatuh ke bumi dan membahayakan makhluk hidup.

Atmosfir juga menyaring sinar-sinar dari ruang angkasa yang membahayakan kehidupan. Menariknya, atmosfir hanya membiarkan agar ditembus oleh sinar-sinar tak berbahaya dan berguna seperti : cahaya tampak, sinar ultraviolet tepi, dan gelombang radio. Semua radiasi ini sangat diperlukan bagi kehidupan. Sinar ultraviolet tepi, yang hanya sebagiannya menembus atmosfir, sangat penting bagi fotosintesis tanaman dan bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup. Sebagian besar sinar ultraviolet kuat yang dipancarkan matahari ditahan oleh lapisan ozon atmosfir dan hanya sebagian kecil dan penting saja dari spektrum ultraviolet yang mencapai bumi.

Kebanyakan manusia yang memandang ke arah langit tidak pernah berpikir tentang fungsi atmosfir sebagai pelindung. Hampir tak pernah terlintas dalam benak mereka tentang apa jadinya bumi ini jika atmosfir tidak ada. Foto di samping adalah kawah raksasa yang terbentuk akibat hantaman sebuah meteor yang jatuh di Arizona, Amerika Serikat. Jika atmosfir tidak ada, jutaan meteorid akan jatuh ke Bumi, sehingga menjadikannya tempat yang tak dapat dihuni. Namun, fungsi pelindung dari atmosfir memungkinkan makhluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya dengan aman. Ini sudah pasti perlindungan yang Allah berikan bagi manusia, dan sebuah keajaiban yang dinyatakan dalam Al Qur'an.

Fungsi pelindung dari atmosfir tidak berhenti sampai di sini. Atmosfir juga melindungi bumi dari suhu dingin membeku ruang angkasa, yang mencapai sekitar 270 derajat celcius di bawah nol.

Tidak hanya atmosfir yang melindungi bumi dari pengaruh berbahaya. Selain atmosfir, Sabuk Van Allen, suatu lapisan yang tercipta akibat keberadaan medan magnet bumi, juga berperan sebagai perisai melawan radiasi berbahaya yang mengancam planet kita. Radiasi ini, yang terus- menerus dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lainnya, sangat mematikan bagi makhuk hidup. Jika saja sabuk Van Allen tidak ada, semburan energi raksasa yang disebut jilatan api matahari yang terjadi berkali-berkali pada matahari akan menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi.

Dr. Hugh Ross berkata tentang perang penting Sabuk Van Allen bagi kehidupan kita:

Bumi ternyata memiliki kerapatan terbesar di antara planet-planet lain di tata surya kita. Inti bumi yang terdiri atas unsur nikel dan besi inilah yang menyebabkan keberadaan medan magnetnya yang besar. Medan magnet ini membentuk lapisan pelindung berupa radiasi Van-Allen, yang melindungi Bumi dari pancaran radiasi dari luar angkasa. Jika lapisan pelindung ini tidak ada, maka kehidupan takkan mungkin dapat berlangsung di Bumi. Satu-satunya planet berbatu lain yang berkemungkinan memiliki medan magnet adalah Merkurius - tapi kekuatan medan magnet planet ini 100 kali lebih kecil dari Bumi. Bahkan Venus, planet kembar kita, tidak memiliki medan magnet. Lapisan pelindung Van-Allen ini merupakan sebuah rancangan istimewa yang hanya ada pada Bumi. (http://www.jps.net/bygrace/index. html Taken from Big Bang Refined by Fire by Dr. Hugh Ross, 1998. Reasons To Believe, Pasadena, CA.)

Energi yang dipancarkan dalam satu jilatan api saja, sebagaimana tercatat baru-baru ini, terhitung setara dengan 100 milyar bom atom yang serupa dengan yang dijatuhkan di Hiroshima. Lima puluh delapan jam setelah kilatan tersebut, teramati bahwa jarum magnetik kompas bergerak tidak seperti biasanya, dan 250 kilometer di atas atmosfir bumi terjadi peningkatan suhu tiba-tiba hingga mencapai 2.500 derajat celcius.

Singkatnya, sebuah sistem sempurna sedang bekerja jauh tinggi di atas bumi. Ia melingkupi bumi kita dan melindunginya dari berbagai ancaman dari luar angkasa. Para ilmuwan baru mengetahuinya sekarang, sementara berabad-abad lampau, kita telah diberitahu dalam Al Qur'an tentang atmosfir bumi yang berfungsi sebagai lapisan pelindung.


Energi yang dipancarkan oleh sebuah letusan pada Matahari sungguh amat dahsyat sehingga sulit dibayangkan akal manusia: Letusan tunggal pada matahari setara dengan ledakan 100 juta bom atom yang pernah dijatuhkan di Hiroshima. Bumi terlindungi dari pengaruh merusak akibat pancaran energi ini.


Lapisan Magnetosfer, dibentuk oleh medan magnet bumi, berfungsi sebagai perisai, melindungi bumi dari benda-benda angkasa, sinar kosmik berbahaya dan partikel.Sabuk ini di ribuan kilometer di atas bumi melindungi makhluk hidup di bumi dari energi yang fatal jika tidak akan mencapai itu dari luar angkasa.

Langit yang Mengembalikan

Ayat ke-11 dari Surat Ath Thaariq dalam Al Qur'an, mengacu pada fungsi "mengembalikan" yang dimiliki langit.

"Demi langit yang mengandung hujan."
(Al Qur'an, 86:11)

Kata yang ditafsirkan sebagai "mengandung hujan" dalam terjemahan Al Qur'an ini juga bermakna "mengirim kembali" atau "mengembalikan".

Sebagaimana diketahui, atmosfir yang melingkupi bumi terdiri dari sejumlah lapisan. Setiap lapisan memiliki peran penting bagi kehidupan. Penelitian mengungkapkan bahwa lapisan-lapisan ini memiliki fungsi mengembalikan benda-benda atau sinar yang mereka terima ke ruang angkasa atau ke arah bawah, yakni ke bumi. Sekarang, marilah kita cermati sejumlah contoh fungsi "pengembalian" dari lapisan-lapisan yang mengelilingi bumi tersebut.

Lapisan Troposfir, 13 hingga 15 km di atas permukaan bumi, memungkinkan uap air yang naik dari permukaan bumi menjadi terkumpul hingga jenuh dan turun kembali ke bumi sebagai hujan.

Lapisan ozon, pada ketinggian 25 km, memantulkan radiasi berbahaya dan sinar ultraviolet yang datang dari ruang angkasa dan mengembalikan keduanya ke ruang angkasa.

Ionosfir, memantulkan kembali pancaran gelombang radio dari bumi ke berbagai belahan bumi lainnya, persis seperti satelit komunikasi pasif, sehingga memungkinkan komunikasi tanpa kabel, pemancaran siaran radio dan televisi pada jarak yang cukup jauh.

Lapisan magnet memantulkan kembali partikel-partikel radioaktif berbahaya yang dipancarkan Matahari dan bintang-bintang lainnya ke ruang angkasa sebelum sampai ke Bumi.

Sifat lapisan-lapisan langit yang hanya dapat ditemukan secara ilmiah di masa kini tersebut, telah dinyatakan berabad-abad lalu dalam Al Qur'an. Ini sekali lagi membuktikan bahwa Al Qur'an adalah firman Allah.